Search
Archives

AGH = FEED THE WORLD

Kenapa Masuk AGH ?

1.Pertanian merupakan salah satu tiang dasar keberlangsungan hidup bangsa kita maka dari itu dapat memotivasi saya untuk memilih departemen ini.Karena pertanian mempunyai kontribusi penting terhadap perekonomian yaitu kontribusi produk dalam sumbangannya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan juga kontribusi pasar. Peran penting lainnya adalah dalam penyediaan kebutuhan pangan manusia apalagi dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang berarti bahwa kebutuhan akan pangan juga semakin meningkat. Di Indonesia sebagai Negara agraris, ada peran tambahan dari sektor pertanian yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar sekarang berada di bawah garis kemiskinan. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik), jumlah penduduk miskin pada tahun 2004 mencapai 36,147 juta orang, dan 21,265 juta (58,8%) di antaranya bekerja di sektor pertanian.

2.Setiap orang pasti membutuhkan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya jadi bidang pertanian akan selalu memiliki potensi yang besar karena kualitas dan kemajuan suatu bangsa tergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Untuk memajukan kualitas manusia suatu bangsa, kemudahan pasokan pangan dan nutrisi yang sesuai menjadi hal utama.

Gizi buruk, busung lapar dan berbagai penyakit akibat kurang gizi melanda sebagian masyarakat Indonesia. Hal ini bisa jadi bukti pasokan pangan yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

3.Alasan yang ketiga yaitu minat saya kepada bidang pertanian sangat besar karena bidang pertanian akan selalu bertanggung jawab akan kelangsungan hidup manusia maka sebaiknya sebagai generasi muda kita berkecimpung dalam dunia ini tapi pada kenyataannya semakin lama minat generasi muda selalu menurun.

Minat siswa lulusan SMA melanjutkan studi ke jurusan pertanian di sejumlah perguruan tinggi dalam lima tahun ini cenderung menurun. Kondisi ini dalam jangka panjang bisa mengancam kedaulatan pangan dan swasembada pangan.Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, akhirnya mengubah kurikulum untuk menarik minat calon mahasiswa sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan saat ini dan masa depan.Banyak faktor yang menyebabkan turunnya minat calon mahasiswa memasuki jurusan pertanian. Ini suatu keprihatinan tersendiri bagi Indonesia sebagai negeri agraris.

Data dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya menggambarkan, tahun 2004 jumlah mahasiswa pertanian mencapai 398 orang, tahun 2005 turun menjadi 350 orang, tahun 2006 hanya 303 orang, dan tahun 2007 sebanyak 343 orang. Mereka belajar di tujuh program studi fakultas pertanian kala itu, yaitu jurusan agronomi, hortikultura, ilmu tanah, agribisnis, penyuluhan dan komunikasi pertanian, hama dan penyakit tumbuhan, serta pemuliaan.

Menurunnya minat pelajar mengambil jurusan pertanian bisa bermacam-macam faktor, antara lain citra mengecilkan masa depan lulusan jurusan pertanian, ketidaktahuan mengenai ilmu pertanian, dan berbagai sebab lainnya.

Saat ini ada kecenderungan pertanian di Indonesia image- nya negatif. Kalau mengambil ilmu pertanian, kesannya setiap orang harus siap nyangkul. Padahal, itu tidak benar. Tidak semua lulusan pertanian harus mencangkul di sawah.

4.Alasan yang terakhir adalah saya ingin mempelajari dan memanfaatkan segala keanekaragaman hayati demi kelangsungan baik dalam hal pangan maupun dalam kebutuhan hidup sehari – hari .

Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia sangat bermanfaat dan mempunyai nilai tertentu. Adapun nilai dan manfaat keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut:

Nilai Manfaat Keanekaragaman Hayati

1. Nilai ekonomi
Keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan (dapat mendatangkan devisa untuk industri). Misalnya untuk bahan baku industri, rempah-rempah, dan perkebunan. Bahan-bahan industri misalnya: kayu gaharu dan cendana untuk industri kosmetik, kayu jati dan rotan untuk meubel, teh dan kopi untuk industri minuman, gandum dan kedelai untuk industri makanan, dan ubi kayu untuk menghasilkan alcohol. Rempah-rempah, misalnya lada, vanili, cabai, bumbu dapur. Perkebunan misalnya: kelapa sawit dan karet.

2. Nilai Biologis
Keanekaragaman hayati memiliki nilai biologis atau penunjang kehidupan bagi makhluk hidup termasuk manusia. Tumbuhan menghasilkan gas oksigen (O2) pada proses fotosintesis yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk pernafasan, menghasilkan zat organik misalnya biji, buah, umbi sebagai bahan makanan makhluk hidup lain. Hewan dapat dijadikan makanan dan sandang oleh manusia. Jasad renik diperlukan untuk mengubah bahan organik menjadi bahan anorganik, untuk membuat tempe, oncom, kecap, dan lain-lain. Nilai biologis lain yang penting adalah hutan sebagai gudang plasma nutfah (plasma benih).
3. Nilai Ekologis
Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting, misalnya hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki nilai ekologis atau nilai lingkungan yang penting bagi bumi, antara lain: a. Merupakan paru-paru bumi Kegiatan fotosintesis hutan hujan tropis dapat menurunkan kadar karbondioksida (CO2) di atmosfer, yang berarti dapat mengurangi pencemaran udara dan dapat mencegah efek rumah kaca. b. Dapat menjaga kestabilan iklim global, yaitu mempertahankan suhu dan ke lembaban udara.

4. Nilai Sosial
Budaya Keanekaragaman hayati dapat dikembangkan sebagai tempat rekreasi atau pariwisata, di samping untuk mempertahankan tradisi.

Manfaat Keanekaragaman Hayati1.
Sebagai sumber pangan
Pangan:
Sumber karbohidrat: padi, jagung, singkong, kentang, dan lain-lain.
Sumber protein: kedelai, kecipir, ikan, daging, dan lain-lain.
Sumber lemak: ikan, daging, telur, kelapa, alpukat, durian, dan lain-lain.
Sumber vitamin: jambu biji, jeruk, apel, tomat, dan lain-lain.
Sumber mineral: sayur-sayuran.